Minggu, 16 Maret 2014

PEMILIHAN INDUK KOI




 INDUK KOI BETINA                       INDUK KOI JANTAN

                                    


KOLAM PEMIJAHAN



Minggu, 09 Maret 2014

PEMBENIHAN IKAN MAS


Kegiatan pembenihan ikan terdiri dari : Seleksi Induk, pemijahan, penetasan telur, perawatan larva dan pendederan dan pemanenan. Pembenihan ini berbeda untuk tiap-tiap jenis ikan yang dibudidayakan. Berikut pembenihan ikan tombro/ mas yang sudah dikenal dan banyak dibudidayakan petani.

1.    SELEKSI INDUK
Kualitas benih yang dihasilkan sangat ditentukan kualitas induk yang dipijahkan.
 Ciri-ciri  induk ikan yang baik adalah :
-     Sehat dan tidak cacat
-     Badan tebal dan punggung tinggi
-     Pangkal ekor kuat dan normal
-     Sisik besar dan tersusun rapi
-     Lubang anus agak ke belakang lebih mendekat ke ekor
Calon induk diperoleh melalui seleksi benih unggul sejak ukuran 3 - 5 cm. Induk ikan yang baik umurnya tidak lebih dari 3,5 tahun, dipijahkan tidak lebih dari enam kali. Induk betina dapat dipijahkan setelah mencapai umur 1,5 tahun dengan berat 1,5-2 kg, induk jantan sudah mencapai umur 8 bulan - 1 tahun dengan berat lebih kurang 0,75 kg.

2. PEMIJAHAN
Tanda-tanda induk ikan siap memijah :
Betina :
-       Gerakannya lamban
-       Perut membesar kearah belakang, bila diraba terasa lunak
-       Lubang genital kemerahan
-       Malam hari sering meloncat -loncat

Jantan :
 Jika perutnya diurut akan mengeluarkan sperma be-warna putih.

Tahap Pemijahan :
-     Kolam pemijahan dikeringkan, dipasang hapa ukuran 2 x 1,5 x 1 m
-     Masukkan kakaban (ijuk yang dijepit bambu) ukuran 1,5 x 0,4 m. Satu ekor induk betina berat 3 kg membutuhkan 8 kakaban.
-     Pasang saringan dari kawat kasa pada pintu pemasukan air
-     Masukkan air sampai ketinggian 0,75 - 1 meter
-     Masukkan induk ikan jantan dan betina siap mijah dengan perbandingan berat   1 : 1
-     Ikan akan memijah pada tengah malam hingga menjelang pagi.

3. PENETASAN
Telur - telur ikan dapat ditetaskan di kolam penetasan atau hapa. Kegunaan hapa adalah untuk melindungi telur ikan dari predator dan untuk memudahkan pemanenan benih. Kegiatan penetasan telur adalah sbb :
-     Siapkan kolam penetasan yang dipasang hapa
-     Isi dengan air sampai 20 cm di bawah permukaan hapa. Air tidak boleh keruh dan harus mengandung oksigen tinggi ( 6 - 8 ppm)
-     Angkat kakaban dari kolam pemijahan dan bersihkan dari lumpur
-     Pasang kakaban pada kolam penetasan dan diberi pemberat hingga tenggelam ± 5 cm di bawah permukaan air
-     Aliran air jangan terlalu deras
-   Telur akan menetas 3 - 4 hari tergantung suhu.

4. PERAWATAN LARVA
Dua hari setelah telur menetas atau larva sudah lepas dari kakaban, angkat kakaban lalu dikeringkan
Siapkan makanan benih berupa larutan (suspensi) kuning telur, caranya :
 ·  Bungkus kuning telur ayam dalam kain halus
    · Remas-remas bungkusan tsb. dengan sedikit air   (± 1/4 liter untuk 1 butir telur)
    · Pakan diberikan 5 x sehari. Satu butir telur per-hari untuk 100.000 benih.
Perawatan larva di dalam hapa berlangsung hingga benih berumur 4 - 5 hari. Selanjutnya benih disebut lepas hapa.

5. PENDEDERAN
Persediaan pakan alami yang sesuai dengan bukaan mulut larva/benih ikan sangat menentukan kelangsungan hidupnya mengingat pada tahap ini larva belum begitu aktif mencari makan. Makanan yang sesuai adalah plankton. Untuk menumbuhkan plankton perlu disiapkan sbb :
-  Keringkan kolam, tanah dasar kolam dicangkul dan diratakan dengan kemiringan 0,5%  kearah pintu pengeluaran air. Pematang yang bocor diperbaiki.
-  Setelah 5 - 7 hari diberi pupuk kandang 500 - 700 gr/m²
-  Kapur diberikan  50 - 100 gr/m²
-  Masukkan air hingga ketinggian  0,75 - 1 meter, dibiarkan selama 3 - 5 hari
-  Semprotkan insektisida dengan dosis 2-4 ppm  atau 4 ml / m3  air
-  Setelah 3 - 5 hari benih dapat ditebar di kolam (pendederan I) dengan kepadatan 200 - 400 ekor / m²
-  Setelah benih berumur 10 hari benih diberi pakan tambahan berupa dedak halus sebanyak 25 gr/ 10.000 ekor benih

Pendederan I selama 2 minggu dan benih berukuran 1 - 3 cm kemudian dipindah ke kolam Pendederan II.

FUNGSI DAN TUGAS





Sebagai salah satu Unit Kerja Dinas Perikanan  maka Unit Pengelola Budidaya Air TawarPunten Batu mempunyai fungsi dan tugas :

  1. Penyusunan rencana dan pelaksanan kegiatan budidaya/perbenihan serta penyebaran teknologi budidaya air tawar 
  2. Pelaksanaan  distribusi perbenihan dan budidaya perikanan air tawar 
  3. Pelaksanaan pembinaan, pelatihan dan kaji terap teknologi perbenihan dan budidaya air tawar kepada pembudidaya dan petugas teknis lapangan 
  4. Pelaksaaan ketatausahaan dan rumah tangga 
  5. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas

Minggu, 09 Februari 2014

STRUKTUR ORGANISASI UPBAT PUNTEN

STRUKTUR ORGANISASI UPBAT PUNTEN

Berdasarkan SK Gubernur TK I No. 23 tanggal 29 Januari 1987, struktur organisasi Unit pengelola Budidaya Air Tawar (UPBAT) Punten adalah :

 













VISI DAN MISI UPBAT PUNTEN

VISI
TERWUJUDNYA UPBAT YANG MANDIRI, TANGGUH, BERORIENTASI DAN  BERWAWASAN AGRIBISNIS SERTA BERBASIS EKONOMI KERAKYATAN

MISI
  1. PEMANTAPAN KELEMBAGAAN DAN STRUKTUR ORGANISASI DENGAN PERSONIL YANG MANTAP
  2. MENINGKATKAN KAPASITAS KEMAMPUAN USAHA DAN DAYA SAING DALAM PRODUKSI BENIH IKAN DARI SEGI KUALITAS, KUANTITAS MELALUI PENERAPAN SISTEM PENGENDALI  MUTU TERPADU
  3. MELAKSANAKAN DIVERSIFIKASI USAHA PEMBENIHAN IKAN AIR TAWAR SERTA  PEMBUDIDAYAANNYA
  4. MENINGKATKAN BUDAYA KERJA DAN PELAYANAN MASYARAKAT (PUBLIC SERVICE)

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN


           Unit Pengelola Budidaya Air Tawar (UPBAT) Punten - Batu merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur.
UPBAT Punten terletak di lereng Gunung Arjuna, tepatnya di desa Sidomulyo, Kota Batu. Ketinggian tempat 1.100 meter dari permukaan laut dengan suhu udara antara 19 oC - 27,5 oC, suhu air antara 17 oC - 25 oC dan kemiringan lokasi 35o. Untuk mengairi UPBAT Punten diambil dari Sungai Brantas dengan Dam Prambatan melalui saluran primer Prambatan B selanjutnya dengan Dam Prambatan Aftaping II air diambil Khusus Untuk UPBAT Punten dengan debit air 10 liter/detik. 
UPBAT Punten mempunyai Tugas dan Fungsi Sbb :
1.    Sebagai Tempat seleksi induk/benih yang unggul
2.    Sebagai tempat adaptasi teknologi jenis-jenis ikan air tawar
3.    Sebagai tempat penyuluhan di bidang Perikanan
4.    Sebagai tempat pembinaan petani pembenih ikan
5.    Sebagai penghasil benih